Menguji Komitmen Kepenulisan


Gambar dari Facebook © Rahmi Carolina

Gambar dari Facebook © Rahmi Carolina

Biodata Buku

Judul               :  24 Jam  –Dont Cross–Deadline–

Penulis           : Zainul Ikhwan, dkk

Penerbit        : AKLaMASI Publisher, Pekanbaru

Terbit             : Pertama, September 2013

Tebal              : vi + 75 halaman

BUKU 24 JAM ibarat sepiring gado-gado. Ia dihidangkan dari kumpulan tulisan. Tak ada satu sayur pun yang dominan. Tiap tulisan punya khas sendiri. Mungkin ini yang membuat buku ini enak dibaca. Seperti makan gado-gado, ada bagian yang disuka ada pula yang tidak disukai. Maka dalam buku ini isinya macam-macam. Siap-siap jika saat membacanya tersedak gara-gara kurang minum, atau kepedasan, bisa jadi malah manis. Baca lebih lanjut

Tak Sesulit yang Anda Bayangkan


BukuNASUTJudul : 10 HARI AJA!!! Langsung Sakti Berbahasa Inggris

Penulis : Panca Prastowo

Penerbit : DIVA Press, Jogjakarta

Cetakan : IV, Maret 2013

Tebal : 246 Halaman

Ada saja orang yang menganggap berbahasa Inggris itu sulit dan rumit. Bagaimana tidak, bahasa Inggris ada yang bilang bahasa “munafik” atau bahasa yang tak konsisten. Lain tulisannya lain pula bacanya contoh, one dibaca wan yang artinya satu. Belum lagi aturan tata bahasanya yang bikin kepala sampai pusing.

Tapi perlu diketahui, jika persepsi seseorang mengatakan sesuatu itu susah, sulit dan rumit, itulah yang membuat dirinya takut dan tak berani terjun ke dalamnya, termasuk mempelajari dan mendalami bahasa Inggris sampai paham dan bisa. English is easy, not difficult (Bahasa Inggris itu mudah, tidak sulit). Sebab bahasa Inggris itu juga sama seperti bahasa Indonesia. Maka yang pertama dan hal  terpenting  adalah tanamkan dalam jiwa masing-masing bahwa bahasa Inggris mudah, tidak sulit.

Bisa tidaknya seseorang berbahasa Inggris, jelas itu ditentukan dari usaha yang ia lakukan. Apalagi bahasa Inggris itu bukan bahasa ibu atau bahasa resmi di negara ini. Sekalipun seseorang sudah kuliah di jurusan bahasa Inggris, tapi kalau usaha yang ia lakukan nol, ya hasilnya juga nol. Lantas bagaimanakah biar berhasil dan bisa berbahasa Inggris?

Setidaknya di awal buku ini pembaca disuguhkan beberapa tips biar mudah dan berhasil belajar dan bisa berbahasa Inggris. Pertama, belajar bahasa Inggris dengan membuat catatan harian. Jika anda suka menulis di buku diari, sesekali buatlah tulisan atau curhatan di dalamnya dengan bahasa Inggris. Jika pun tak biasa dengan catatan harian, untuk membudayakan menulis, jelas ini lebih bagus dimulai, menulis keseharian Anda. Kedua, berdoa dalam bahasa Inggris. Kalau tak bisa berdoa dengan bahasa Arab, kenapa tidak dengan bahasa Inggris. Kan Allah juga yang menciptakan bahasa Inggris itu, pastilah Dia mengerti. Hitung-hitung melatih diri ngomong dengan bahasa Inggris.

Ketiga, menyimak. Siapapun mungkin pasti pernah menonton film berbahasa Inggris, jadi kalau mau nonton film luar yang berbahasa Inggris misalnya, pilih yang ada subtitle Indonesianya biar memudahkan menyimak dan mempelajari bahasa Inggrisnya. Catat kosa kata yang ada dalam dialognya, sekalian lihat bagaimana mereka mengucapkannya. Ini tentu mempermudah belajar biacara dan menambah kosa kata.

Kemudian tips lainnya adalah latihan, latihan dan latihan. Kenapa sampai diulang tiga kali? Sebab jika tak ada latihan sama saja masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Berapapun tips yang diberikan biar pandai berbahasa Inggris, tak bakalan bisa-bisa kalau tak ada latihannya. Bukankah banyak orang yang bilang, “Tak butuh banyak teori tapi peraktek yang peling penting!” Itu dia, kalau tak ada perakteknya tak akan berhasil. Satu teori harus diimbangi dengan beberapa peraktek.

Mulailah latihan yang sederhana, berbicara dengan bahasa Inggris pada kawan-kawan, walaupun bahasa masih campur Inggris Indonesia. Atau menulis dengan bahasa Inggris. Sering mendengarkan siaran atau menonton film berbahasa Inggris. Baca jugalah buku-buku yang berbahasa Inggris. Dan kalau sudah menantang, silahkan cari bule dan ajak mereka bincang-bincang.

Selain tips di atas, buku ini mengajarkan dalam sepuluh hari itu bisa berbahasa Inggris sesuai dengan judulnya. Dalam sepuluh hari itu, dibagi sepuluh poin penting yang ada dalam bahasa Inggris seperti grammar (tata bahasa dasar), verbs (kata kerja), sentence elements (elemen kalimat), types of sentences (tipe kalimat), adverb (kata keterangan), adjective (kata sifat), tenses (waktu dalam kalimat), kalimat tanya, dan preposition (kelompok kata).

Penjelasan dalam buku  ini sangat mudah dipahami pembaca dan mudah dicoba atau dipraktekkan, karena  setiap selesai pembahasan ianya sudah dilengkapi contoh juga latihan. Buku ini cocok dan sangat praktis buat Anda yang baru belajar bahasa Inggris, atau Anda yang sudah lama-lama pergi pulang tempat lest atau kursus bahasa Inggris tapi belum berhasil juga. Selamat membaca dan mencoba, semoga berhasil.***

Terbit di Rubrik Buku Riau Pos, Ahad, 25 Agustus 2013

Ummat Terbesar Menjadi Harapan


Judul : Masa Depan Islam Indonesia
Penulis : Jimly Assiddiqie dkk
Penerbit: Alaf Riau
Cetakan : Pertama, November 2010
Tebal : 132 Halaman

Perkembangan Islam di Indonesia hampir sama dengan pertumbuhan jumlah penduduknya. Dunia sudah mengakui bahwa ummat Islam terbesar di dunia berada di Indonesia, bukan di negeri Timur Tengah yang berbasis Islam.

Sebelum Islam masuk ke Indonesia kepercayaan masyarakat dimulai dari Animisme, Dinamisme, Hindu, Budha kemudian Islam. Berkembangnya Islam di Indonesia ditandai dengan kerjaan-kerajaan Islam terutama di pulau Sumatera, seperti kerajaan Samudra Pasai, kerajaan Darussalam di Aceh, dan kerajaan Siak di Riau.

Menurut seorang muallaf juga mantan pendeta, Indonesia merdeka serta perjuangannya dengan seruan suara Allahuakbar. Sebagai bukti, bisa dilihat pada piagam Jakarta.

Yusuf Qordowi, Ulama Mesir juga guru besar Universitas Al-Azhar Kairo mengatakan, kebangkitan Islam akan datang dari timur tepatnya di Indonesia. Ungkapan ini dirasa tidak salah. Dan hal ini menjadi sebuah kebanggan bagi ummat Islam Indonesia.

Namun, ketika dipandang dari sisi lain, keberadaan dan perkembangan ummat Islam Indonesia sangat memperihatinkan, baik dari segi ekonomi, pendidikan, maupun bermasyarakat. Sama halnya ditanah Melayu ini, yang mengagungkan bahwa Melayu adalah Islam, tapi dilihat dari kondisi perilaku masyarakat Melayu sudah banyak yang menyimpang dari sendi-sendi ajaran Islam, terutama aspek kebudayaan yang mulai ditinggalkan.

Disisi lain, ummat Islam Indonesia memiliki keunggulan ganda, kalau dia berbuat baik selama hidupnya dipermukaan bumi ini, maka didunia hidupnya akan sejahtera dan diakhirat akan masuk surga, selama dia benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah dan bekerja sesuai petunjuk Allah dan Rasulnya. Demikian ditulis Prof Tengku Dahril dalam buku setebal 132 halaman ini.

Buku ”Masa Depan Islam Indonesia”, karya Jimly Assiddiqie dkk ini meninjau dan mengkaji bangsa Indonesia dari berbagai aspek, Politik, Hukum, Agama, Pertanian (Pangan) juga peradaban Islam Indonesia serta perkembangan Budaya dan Ideologi barat di negeri Berketuhanan Yang Maha Esa ini.

Buku yang ditulis tujuh Cedikiawan Muslim Indonesia ini, menyampaikan Indonesia berpeluang menjadi Negara maju seperti Amerika, China, dan India karena sudah mempunyai dasar-dasar yang kuat seperti sumber daya alam yang kaya, geografis, juga falsafah hidup bangsa ini. Namun dinilai, hal ini belum tercapai kerana keterbatasan sumber daya manusia. Terlepas dari itu buku yang merupakan kumpulan artikel ini sangat bagus dibaca untuk memahami tantangan ummat Islam Indonesia kedepan. Selamat membaca***.

Diterbitkan di Rubruk Buku Koran Harian Riau Pos edisi Ahad

Meluruskan yang Serong


Judul : Serong! Sebab Jalan Hidup tak Selalu Lurus
Penulis : Krismansyah
Penerbit : Easymedia, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Maret 2010
Tebal : xvi+214 Halaman

Kamu merindukan seseorang yang bukan pasanganmu atau pacarmu, kamu sudah dikatakan berselingkuh, meski selingkuh tahap perasaan. Kamu berani berpegangan tangan, pergi bareng atau berciuman dengan yang bukan pacarmu, ini namanya selingkuh fisik. Jadi ada dua jenis selingkuh, perasaan dan fisik. Menurut Kamus Bahasa Indonesia, selingkuh berarti perbuatan tidak jujur, curang, dan serong.
Ungkapan ‘Lelaki buaya darat’ menggambarkan karakter lelaki yang suka selingkuh, tetapi tidak semua lelaki buaya darat, ada juga buaya rawa yang kadang-kadang iseng main kedarat melihat-lihat perkembangan manusia.
Ipang tokoh utama dalam novel ini, ia orangnya playboy, meski playboy (katanya sih!) dia tetap setia pada pacar pertamanya. Denok pacarnya dengan karakter monotonnya, tak ada seni dalam hubungan mereka, tak ada kemesraan, suap-suapan, colek-colekan. Ipang jadi jenuh dengan semua ini, ia stuck dan bosan menjalani semuanya dengan Denok.
Disaat ia hamir dibunuh kebosanan, tiba-tiba Angel – teman SMPnya dulu – hadir diahadapannya. Ipang ketemu Angel di bus. Angel kecopetan. Ipang berusaha mengejar copet itu, tapi Ipang malah digebukan sama copet. Ipang dibawa ke Puskesmas. Mereka ngobrol banyak di Puskesmas, dan akhirnya mereka berani pergi lebih jauh kepedalaman hati.
Ipang mulai tertutup sama Denok, pacarnya yang perhatian itu, sampai-sampai bau parfumnya Ipang juga diurusin sama dia. Denok juga sadar, ketika ia cerita panjang lebar sama Ipang, tapi Ipangnya malah cuek, tidak seperti sebelumnya, Ipang orangnya car . Denok merasa seperti baru kenal sama Ipang. Masalah ini berdampak pada intensitas berpacaran mereka. Ini Denok pahami setelah ia mimpi buruk. Denok jatuh dari atas gedung didorong Ipang.
Setelah Denok cerita mimpi buruk itu dengan Ipang, Ipang merasa salah. Ia serakah untuk memiliki dua cewek. Ia tak mau larut dalam perselingkuhan. Ipang bermimpi, Malam itu malam eliminasi bagi dua ceweknya. Salah satu harus dipecat dari PT Asmara Ipang. Denok cewek sederhana, lagi dewasa, Denok yang ngajarin Ipang waktu ada tugas kuliah, yang selalu menanya sudah makan atau belum. Angel cewek manis dan cantik sekaligus masa lalunya.
Novel bergenre cinta lagi humor ini dikemas dengan bahasa yang ringan. “Klo lo mau selingkuh ya selingkuh aja, ntar lo tau juga”. Krismansyah, penulis novel setebal 214 halaman ini berhasil mengocok perut pembacanya, ketawa-ketiwi sambil gosok gigi (eh, baca novel ini). Kisah dalam novel ini bukan mengajak kamu ikut serong alias selingkuh, tapi biar kamu tahu apa akibat selingkuh. Semoga.***
AH Nasution
Suka nulis, terutama jurnalis