Mencari Representasi Tuhan


berbakti-kepada-orang-tua.jpg

foto dari republika.co.id

Manusia tak dapat memungkiri bahwa ia butuh representasi Tuhan hadir dalam hidupnya. Namun, representasi itu sebenarnya tak perlu jauh mencarinya. Representasi yang dibutuhkan itu sudah tentu ada dalam kehidupan setiap manusia. Tuhan (baca: Allah) yang kita yakini memiliki kasih sayang yang sempurna, mengayomi, memelihara, juga dilayani sebagai tempat mengabdi.

 Seorang muslim tentu tahu bahwa menduakan (syirik pada) Allah merupakan perbuatan yang sangat dilarang dalam Islam. Namun sebagai pencipta makhluk, Allah menghadirkan bagi manusia sebagai tempat mengabdi selain diri-Nya, tempat berkasih sayang, mendapat perhatian juga memberikan perhatian. Karena mereka juga memelihara, mengasihi, mendidik, melindungi, juga dihormati pula dan tempat mengadu bagi manusia.

Seseorang anak ada karena mereka ada, dialah orang tua. Pada Allah kita tak boleh durhaka, begitu pula pada mereka. Menyakiti hatinya saja sangat dilarang. Seorang anak haruslah berlemah lembut menghadapinya, dan berbuat yang terbaik bagi mereka, serta taat dan patuh, selama hal itu tidak maksiat kepada Allah.

Islam mengajarkan dan mewajibkan pada seorang anak untuk mengabdi pada orang tuanya. Karena pengorbanan orang tua sangat besar terhadap anaknya. Karena itu pula lah diri seorang anak dapat dikatakan milik orang tuanya, sebab ia merupakan hasil dari keduanya.

Maka orang tua merupakan suatu media pengabdian yang dihadirkan Allah. Pengabdian pada mereka juga merupakan wujud pengabdian pada Allah Ta’ala. Karena makhluk yang pertama kali paling dekat dengan seseorang adalah orang tuanya. Orang tua mengetahui apapun tentang anaknya, tanpa harus menuliskannya. Bukankah jika seorang bayi menangis, orang tuanya sudah tentu tahu pertanda apa itu. Menangis karena buang air, karena lapar, atau kesakitan. Sebab hati orang tua merasakan apa yang anaknya rasakan.

Oleh karenanya, jika seorang anak ingin ridha dan cinta dari Allah, maka ia juga harus memperoleh ridha dan cinta dari orang tuanya. Lalu untuk mendapatkan ridha dan cinta itu tentulah si anak terlebih dahulu mencintai orang tuanya, dan tentunya ia juga harus mencitai Allah. Maka dengan bakti dan budi baik terhadap orang tua, niscaya itu akan diperoleh. Karena tanpa bakti dan pengabdian pada orang tua, tentulah seseorang sangat jauh dari surga.

Sama halnya, Allah ingin kebaikan pada setiap manusia dengan berbagai aturan yang telah ditetapkan Allah. Begitu pula lah dengan orang tua, sangat menginginkan anaknya jadi orang yang baik, dengan mengikuti tunjuk ajar dan petuahnya. Allah tidak menghendaki sedikit pun kerusakan bagi manusia jika mengamalkan Islam, tidak terkecuali bahwa orang tua juga menghendaki itu pada anaknya.

Pada dasarnya seorang anak adalah titipan dari Allah. Oleh karenanya orang tua tidak cukup ingin bahwa anaknya hanya dapat berbuat baik pada mereka. Tetapi lebih dari itu, bahwa orang tua juga ingin anaknya bermanfaat bagi makhluk yang lain.

Jika dilihat di dalam al-Qur’an tentu sangat banyak perintah Allah yang menyuruh berbuat yang terbaik kepada orang tua. Menariknya, pada ayat tersebut didahului larangan menyekutukan (syirik pada) Allah. Barulah ayat itu diikuti dengan suruhan berbuat baik pada orang tua. Seperti firman Allah Ta’ala dalam Surat al-An’am ayat 151: “Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang telah Tuhanmu haramkan pada kamu yaitu: janganlah kamu menyekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua ibu bapak.”

Peletakan posisi dua perintah tersebut memiliki makna, ketika kita berhasil tidak menduakan Allah, namun gagal berbakti pada orangtua, sejatinya belumlah berhasil beriman pada Allah. Begitu pula termasuk gagal, jika mampu berbaik pada orangtua, sementara masih melakukan hal kesyirikan. Wallahu a’lam***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s