Hati, dan Upaya Mendidiknya


17-contoh-infused-water

Sebuah hadis yang sangat familiar di telinga, bahwa Rasululla pernah bersabda: “Ketahuilah bahwa dalam jasad terdapat segumpal daging, bila ia baik maka baiklah seluruh jasad itu, dan bila ia rusak maka rusak pula lah seluruh jasad itu. Ketahuilah, bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis di atas Rasulullah menyampaikan pesan bahwa hati amat berharga bagi manusia. Meskipun ia hanya benda kecil dalam tubuh manusia, tapi hati memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Karena itu Rasulullah juga menyatakan lewat hadis yang diriwayatkan Muslim, bahwa kekayaan yang paling hakiki adalah kekayaan hati. Dengan demikian maka selain menjaga hati, perlu untuk mendidiknya agar tidak terinveksi dan terjangkiti penyakit.

Dalam Islam dikenal bahwa tarbiyatu al-Islam (pendidikan Islam) adalah tarbiyatu al-qolbi (pendidikan hati). Agar hati tidak mengidap kanker iman, dan berbagai penyakit yang lain, maka seorang muslim perlu melakukan beberapa hal, agar hati tidak rusak yang disebabkan godaan-godaan syetan dan perbuatan-perbuatan dilarang yang dapat mengotori hati. Hal-hal di bawah ini diharapkan dapat senantiasa dilakukan jika ingin segumpal darah yang ada dalam diri tetap bersih dan baik.

Berzikir atau selalu mengingat Allah merupakan hal yang paling utama yang harus dilakukan agar hati tetap mendapat asupan yang baik. Berzikir bukan hanya sekadar mengingat Allah, tapi berzikir juga menyebut Allah baik berupa tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. Atau dengan membaca Al-Qur’an juga merupakan zikir kepada Allah. Allah sudah jelas mengingatkan dalam surat al-Ra’du (13:28): “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram”. Selain itu sangat penting mendoakan agar hati senantiasa teguh dalam agama dan keta’atan pada Allah.

Selain hal di atas, yang harus dilakukan agar hati tetap terjaga adalah menjaga indera. Indera bagaikan jendela, sedangkan hati bagai ruangan untuk jendela itu. Jika jendela selalu terbuka dalam keadaan apapun kondisi cuaca di luar, maka semua hal-hal di luar dapat masuk dengan leluasa ke dalam ruangan. Kalau saja udara di luar terkontaminasi racun, dan jendela tetap terbuka, udara yang beracun pun akan masuk, yang pasti akan meracuni penghuninya juga.

Jarir bin Abdillah pernah bertanya kepada Rasul soal pandangan yang tiba-tiba melihat sesuatu yang tak pantas, lalu Rasulullah menyuruh Jarir bin Abdillah untuk memalingkan pandangan itu. Maka seperti menjaga pandangan dan pendengaran sangat perlu dilakukan seorang muslim. Dengan melakukan ini maka hal-hal yang tak layak dipandang dan didengar harus dihindari agar hatinya tidak berkarat. Menjaga ucapan agar tidak menggunjing, mencaci dan mencemooh orang, juga tidak mendengarkan gunjingan orang merupakan hal yang harus dihindari.

Kemudian senantiasa belajar untuk memperbanyak ilmu pengetahuan tentang Islam. Karena ilmu juga dapat mempengaruhi hati seorang muslim. Belajar yang dapat mempengaruhi hati tentunya harus belajar yang niatnya karena Allah, bukan tujuan yang lain. Meskipun seseorang belajar atau menuntut ilmu tentang Islam, kalau niatnya bukanlah karena Allah, maka pengaruh pada hatinya bukanlah hal baik, tapi sebaliknya. Maka niat menuntut ilmu seseorang perlu diluruskan agar tidak sia-sia, yang malah membuat hati semakin jauh dari Allah. Wallahu a’lam bi al-shawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s