meraba rindu


: Dor Gan

kenapa hujan kembali meraba rindu yang membeku

di tepi malam ia mengurai pintalan ngilu di janinku

setelah lima ratus lapan puluh lapan jam ia menyudut di pucuk yang remuk

ia pun berkisah, sekarang liang ususnya tak lagi mengiang

giginya pun menggeli di perigi yang hilang

maka jika rindu itu jelmaan hutang, mungkinkah terbayarkan Gilang?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s