Hujan Saat Gerimis Retak


Lekas sudah bahasa mengeja sajak.

Sewaktu syair mendegup di atas jejak.

Lalu punjangga menulis kata di puncak kelopak,

“Apakah hujan ziarah saat gerimis retak?”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s