Kamu Belajar atau Menuntut Ilmu?


Hari ini—Jumat, 15 Februari 2013—kuliah hari pertamaku dengan Bapak DR. Hamzah, M. Ag, setelah dua tahun lalu tak masuk kuliah. Semester ini semester sepuluh bagiku. Mata kuliahnya Isu-isu Pendidikan Islam, dua tahun lalu nama mata kuliah ini, Kapita Selekta Pendidikan. Saya sempat masuk dengan dosen yang berbeda, sebab tak masuk empat kali pertemuan, saya diusir dari ruangan kelas, dengan berat hati dan ringan langkah, saya keluar sambil menyalam dan cium tangan sang dosen.

Kembali lagi ke topik, kuliah hari ini. Bahasan pemakalah tentang isu globalisasi dan problematikanya dengan dunia pendidikan Islam. Diskusi tak menarik bagiku. Pemakalah tak memahami dan tak menguasai bahasan makalahnya. Selesai sesi presentasi makalah dan beberapa pertanyaan dijawab dengan begitu singkat sama pemakalah.

DR. Hamzah pun suruh pemakalah kembali duduk ke barisan mahasiswa. Meskipun mereka menawarkan pada audiens untuk bantu jawab pertanyaan yang dilontarkan pada mereka. “Udah tu, udah capek kalian,” seru DR. Hamzah. Pemakalah pun menutup sesinya.

Pak Hamzah mulai lontarkan pertanyaan, “Islam itu menyuruh belajar atau menuntut ilmu? Coba kalian renungkan dua menit saja.”

Mahasiswa mulai merenung. Dua menit sudah. Serentak sebahagian mahasiswa menjawab, “Menuntut ilmu.” Meski sebagian pilih diam saja. Mungkin bingung. Pak Hamzah pun menyatakan, bahwa dalam dunia Islam tak kenal dengan belajar.

Pertanyaan kedua dilontarkan lagi, “Apa beda belajar dengan menuntut ilmu?”

Mahasiswa terdiam. Ada yang jawab Cuma tak jelas. Pak Hamzah menjelaskan, belajar itu hanya mengarah pada aspek kognitif saja. Dari tidak tahu jadi tahu. Intinya knowledge (pengetahuan) semata. Yang dalam aplikasi masa belajarnya itu berorientasi pada pengetahuan, nilai yang bagus dan ijazah (sertifikat belajar).

Sedangkan menuntut ilmu yang dicari atau tujuannya bukan hanya pengetahuan, nilai dan ijazah saja, tapi lebih pada aspek kognitif, psikomotorik dan afektif. Maka dari sana akan diperoleh juga profesionalitas dan skill (keterampilan). Keterampilan yang dimaksud dalam pendidikan Islam adalah, ready any time (siap setiap waktu). Dan hasilnya jadi ilmuan profesional.

Selanjutnya, bagaimana fenomena disekitar kita atau mungkin diri kita? Dengan pertanyaan ini, mahasiswa kembali disuruh merenung sejenak. Jawaban mahasiswa sama dan sepakat sekarang ini kebanyakan orang itu belajar, bukan menuntut ilmu.

Lalu bagaimana dengan Anda, saat kuliah atau sekolah itu anda sedang belajar atau menuntut ilmu? Mari merenung dan perbaiki niat.

Iklan

2 thoughts on “Kamu Belajar atau Menuntut Ilmu?

  1. wied berkata:

    assalamualaikum. saya tertarik dengan perbedaan antara belajar dan menuntut ilmu. apakah saya bisa berdiskusi lebih lanjut tentang fenomena belajar dan menuntut ilmu? mohon balasannya di email saya. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s