Subuh Tua


Terus kuukir lumbung kata dalam cerita subuh tua kurenggut penis doa tanpa koma dan tanda tanya Pada pagi kubertanya apakah masih diobral janji dalam dosa sebab gigi sudah mengunyah neraka Apalagi di seberang kulihat sperma membanjiri surga bersama pria-pria duha dalam remang dusta

Iklan

2 thoughts on “Subuh Tua

  1. Muhammad Asqalani eNeSTe berkata:

    dalam segi membangun ruh puisi sudah dapat. metafora sudah tampak jelas. mungkin kata-katanya yg tidak relevan u/ mengaitkan dengan ritual pada tuhan. karena alat kelaminnya gak dibungkus haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s