Jangan Pilih Tumbuhan Penyerap Air


Rabu 13 Oktober 2010, Pihak Universitas Islam Riau (UIR) kerjasama dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Provinsi Riau dan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) selenggarakan aksi menanam pohon satu milyar di depan gedung Rektorat UIR. Acara ini dibuka langsung Rektor UIR Prof Dr H Detri Karya SE MA di ruang rapat lantai empat gedung Rektorat UIR. Katanya, acara ini bersempena menyukseskan program Kemenhut Republik Indonesia.

Hadir Fredrik Suli Kepala Bidang (Kabid) Planologi dari Kemenhut Provinsi Riau, ada juga Direktur PT RAPP, Rudi Tianda, serta perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa UIR dan sejumlah Mahasiswa lainnya, Selain itu (biasa) hadir wartawan dari beberapa media massa.

Selesai pembukaan di ruangan, semua yang hadir, turun dari lantai empat menuju depan rektorat, yang selanjutnya penanaman pohon secara simbolis oleh Rektor UIR, Direktur PT RAPP, Kabid Planologi Kemenhut Provinsi Riau, perwakilan BEM UIR dan puluhan Mahasiswa dari beberapa fakultas.

Dalam acara penghijauan ini mereka tanam dua jenis tumbuhan, Eucalyptus dan Pulai, “Di sini Kita akan menanam dua jenis tumbuhan, Eucalyptus dan pulai. Dari dua jenis tanaman itu masing-masing seribu batang,” tutur Billy Pratama, Koordinator lapangan dalam kegiatan itu.

Bibit tanaman ini pemberian PT RAPP kepada UIR sebanyak dua ribu batang. “Selain bibit, RAPP juga berikan beberapa jenis pupuk, TSP, MOP, ZA,” kata Ir Saipul Bahri MSc ketua panitia. Kata Saipul, kerjasama dalam penanaman ini sudah kedua kalinya dengan pihak PT RAPP.

Saipul menjelasakan, tujuan acara ini adalah untuk menciptakan lingkungan UIR hijau, nyaman dan asri dan juga agar dihari-hari kedepan mahasiswa bisa memanfaatkan lapangan UIR sebagi arena belajar, karena menurutnya dengan ditanamnya pohon ini akan tercipta area taman kampus yang teduh.

“Kita berharap agar semua pihak dapat memelihara tanaman ini agar cita–cita kita menjadikan kampus hijau, sejuk dan asri dapat segera terlaksana,” tutur Saipul.

Sekarang hutan kecil itu tampak rimbun. Halaman Rektorat UIR menghijau. Namun, Kata Retno, Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UIR yang juga Anggota Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Jati FKIP UIR, tumbuhan itu untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), jika hujan lebat, daya simpan air yang di atas permukaan tanah tidak ada. Karena tumbuhan ini tidak menyimpan air, malah menyerap air lebih banyak.

Retno bilang, Pohon Ecalyptus bukan penyimpan air, tetapi Ecalyptus itu sama dengan pohon Kelapa Sawit, pohon ini malah menyerapa air, hampir delapan liter yang diperlukan pohon Ecalyptus untuk perharinya.

Ini terbukti ketika hujan, pohon Ecalyptus yang ditanami di area kampus, pinggir Jalan Kaharuddin Nasution tidak menyerap air, air menggenang dan air hujan mengalir ke parit pinggir jalan, jika kebanjiran jadi menyusahkan pengendara. Kata Retno, seharusnya bukan tanaman jenis Ecalyptus yang ditanami di kampus. “Lebih baik lagi tanaman yang menghasilkan, seperti tanaman yang berbuah”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s