Agama Kebudayaan


sumber http://bali.panduanwisata.com/spot-wisata/ikut-merayakan-hari-raya-kuningan/Budaya masyarakat muslim di Jawa, sering bikin sesajen untuk persembahan pada roh-roh leluhur mereka. Atau di daerah lain, seperti Gunung Merapi atau pantai yang sering ombak tinggi. Mereka pasti setiap tahunnya buat acara tolak bala atau istilah-istilah yang lain yang sama acaranya dengan itu. Ini adalah kebudayaan masyarakat Muslim yang tradisional.

Agama adalah sistem atau prinsip kepercayaan pada Tuhan. Agama juga merupakan sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) kepada Tuhan serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dengan manusia serta lingkungannya.

Dalam bahasa Latin, agama disebut religio yang berakar pada kata kerja re-ligare yang artinya ‘mengikat kembali’, yang berarti dengan ber-religi, seseorang mengikat kembali dirinya dengan Tuhan.

Sedangkan budaya merupakan pikiran atau akal budi. Ia juga merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki oleh sebuah kelompok dan diwariskan dari generasi kegenerasi.

Budaya terbentuk dari unsur yang rumit, termasuk sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, dan karya seni. Sedangkan kebudayaan, menurut Andreas Eppink , kebudayaan mengandung seluruh pengertian nilai sosial, ilmu pengetahuan serta struktur-struktur sosial, religious, tambah lagi segala pernyataan intlektual dan artistik yang menjadi ciri khas masyarakat.

Indonesia dihuni masyarakat yang memiliki budaya, kebudayaan dan agama yang beragam. Akantetapi, umumnya budaya Indonesia dikatakan dengan budaya timur.

Perkembangan agama di Indonesia dapat dilihat dari kepercayaan Animisme, Dinamisme, Hindu, Budha, Islam, Kristen, Konghucu dan yang disusul kepercayaan-kepercayaan lainnya.

Dari suatu kepercayaan pada kepercayaan lainnya sangat ada pengaruhnya. Kepercayaan yang diawali pada benda-benda besar, seperti pohon. Juga beralih kepada kepercayaan pada roh-roh membuat tradisi dan kebudayaan seperti ini masih didapati dalam Agama Hindu, Budha, dan Islam.

Budaya masyarakat muslim di Jawa, sering bikin sesajen untuk persembahan pada roh-roh leluhur mereka. Atau di daerah lain, seperti Gunung Merapi atau pantai yang sering ombak tinggi.

Mereka pasti setiap tahunnya buat acara tolak bala atau istilah-istilah yang lain yang sama acaranya dengan itu. Ini adalah kebudayaan masyarakat Muslim yang tradisional.

Maka perkembangan pemahaman agama di Indonesia masih bisa dibilang agama kebudayaan, karena agama itu belum begitu berpengaruh terhadap budaya-budaya mistik yang tidak ada gunanya sama sekali, malah makin merunyamkan Iman seseorang yang dapat membuat ia menyekutukan Sang Pencipta.

Wajar jika “Adat bersanding syara’, syara’ bersanding Kitabullah”. Adat bagian dari budaya. Maka lewat adat ini nilai-nilai agama dimasukkan atau adat harus sesuai dengan agama, maka otomatis Agama akan menuntun buadaya agar tidak menyeleweng dari ketentuan agama.

Dalam pernikahan Islam misalnya, seorang perempaun harus tetap menutup auratnya, tidak buka jilbab atau memperlihatkan rambutnya dengan pakai sanggul.

Disetiap walimahan (pesta) masih banyak perempuan yang mengaku berbudaya Melayu—yang katanya berdasarkan Islam—kenapa dia perlihatkan rambutnya? Salah satu yang Bergama, namun ujung-ujungnya tetap budaya yang diikuti.

Siapapun boleh memilih beragama atau berbudaya, juga boleh Bergama dan berbudaya—lebih baik—atau mendahulukan agama atau budaya, tapi jangan sebaliknya.

Tuhan tidak melaranag kitab berbudaya, asal tidak bertentangan dengan ajaran yang diturunkannya. Karena budaya itu juga hasil ciptaan Tuhan. Bukan berarti budaya bagus semuanya, kecuali banyak juga yang jeleknya. Agama mengawini budaya, bukan budaya mengawini agama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s